Dialog Tentang Kepemilikan



"Musibah kebakaran itu menyebabkan ludes semua harta kekayaan saya", keluh seseorang.

Yang lain menimpali, "Duh, turut prihatin ya atas kejadian itu... Tapi ingat, selama Anda tidak kehilangan iman, maka Anda sesungguhnya tidak kehilangan apa-apa"

"Tapi yang ludes dalam kebakaran itu adalah harta yang saya kumpulkan selama ini", keluhnya lagi.

"Iya, betul Anda mengumpulkannya, tapi Anda tidak akan pernah memilikinya"

"Oh, maksudnya?"

"Kepemilikan mutlak segala sesuatu tidak akan pernah berpindah tangan"

"Lho, artinya?"

"Segala sesuatu adalah milik-Nya, dan selamanya akan tetap menjadi milik-Nya"

“Tapi, masa sih tidak ada yang bisa menjadi milik kita?”

“Ada sih, tapi bukan dari yang kita kumpulkan”

“Lalu dari mana?”

“Dari yang kita belanjakan di jalan-Nya”

Dialog-dialog imajiner seperti di atas terbuka lebar untuk dikembangkan, tetapi prinsipnya mengakar pada keindahan makna dari kalimat Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billah. Bahwa memang kita tidak punya apa-apa, dan selamanya kita tidak akan pernah punya apa-apa. Kepemilikan yang seringkali kita klaim selama ini sejatinya adalah kepemilikan bersyarat, kepemilikan pinjaman, kepemilikan titipan, dan tentu saja kepemilikan sementara. Anehnya, ada saja orang yang menyombongkan diri dengan segala kepemilikan bersyarat itu. Bahkan celakanya, tidak jarang dibarengi dengan sikap membangkang dari titah perintah-Nya, seolah-olah segala kepemilikan bersyarat yang ada pada dirinya bukan pinjaman dari-Nya. Aneh memang. Ibarat seorang Driver yang mengklaim mobil mewah majikannya sebagai miliknya, lalu menyombongkan diri dengan mobil itu, dan bahkan sampai membangkang terhadap majikannya.

Semoga Madrasah Ramadhan tahun ini membawa perubahan besar dalam kehidupan kita; mengikis segala keangkuhan dan keserakahan terhadap dunia hingga ke akar-akarnya, tergantikan dengan jiwa yang bersih, hati yang suci, dan terjaga dalam perawatan yang ketat dengan ketakwaan yang kuat sepanjang hayat. Aamiin.

Video singkat berikut ini mencerminkan bagaimana "kepemilikan sementara" itu jika sudah tiba batas waktunya. Silahkan disimak, semoga membawa kebaikan:



0 Response to "Dialog Tentang Kepemilikan"

Post a Comment

Pembaca yang budiman, silahkan dimanfaatkan kolom komentar di bawah ini sebagai sarana berbagi atau saling mengingatkan, terutama jika dalam artikel yang saya tulis terdapat hal-hal yang perlu diklarifikasi lebih lanjut. Terima kasih.