Artikel ini pertama kali dipublikasikan pada tahun 2019 dan telah diperbarui secara menyeluruh pada tahun 2026 agar sesuai dengan perkembangan terbaru sistem pelayanan kesehatan di Kota Makkah Al-Mukarramah.
Setiap tahun, jutaan umat Islam dari berbagai negara datang ke Kota Suci Makkah untuk menunaikan ibadah haji maupun umrah. Di tengah padatnya aktivitas ibadah, kondisi kesehatan jamaah menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian besar dari Pemerintah Arab Saudi maupun Pemerintah Indonesia.
Meskipun sebagian besar jamaah dapat menyelesaikan rangkaian ibadah dengan baik, tidak sedikit yang membutuhkan pelayanan kesehatan karena kelelahan, penyakit kronis, gangguan pernapasan, dehidrasi, hingga kondisi darurat yang memerlukan perawatan di rumah sakit.
Oleh karena itu, mengetahui lokasi dan layanan rumah sakit di Kota Makkah merupakan informasi yang sangat bermanfaat, terutama bagi jamaah, petugas kesehatan haji, pembimbing ibadah, maupun keluarga yang ingin memahami sistem pelayanan kesehatan selama penyelenggaraan ibadah haji.
Artikel ini merupakan pembaruan dari tulisan yang pertama kali dipublikasikan pada tahun 2019. Selain memperbarui informasi, artikel ini juga memberikan gambaran mengenai sistem pelayanan kesehatan di Makkah, rumah sakit yang sering menjadi rujukan jamaah Indonesia, serta tips yang perlu diketahui apabila memerlukan pelayanan medis selama berada di Tanah Suci.
Sistem Pelayanan Kesehatan di Kota Makkah
Sebagai kota tujuan jutaan jamaah setiap tahun, Makkah memiliki jaringan pelayanan kesehatan yang sangat baik. Pemerintah Arab Saudi menyediakan rumah sakit pemerintah, rumah sakit spesialis, pusat layanan gawat darurat, hingga fasilitas kesehatan musiman yang dioperasikan selama musim haji.
Pada musim haji, kapasitas pelayanan kesehatan ditingkatkan secara signifikan. Ribuan tenaga kesehatan, dokter spesialis, perawat, ambulans, dan petugas kedaruratan disiagakan untuk memberikan pelayanan selama 24 jam.
Bagi jamaah Indonesia, pelayanan kesehatan juga didukung oleh Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) yang berperan dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar, observasi, koordinasi rujukan, serta pendampingan terhadap jamaah yang memerlukan perawatan di rumah sakit Arab Saudi.
Bagaimana Prosedur Jemaah Indonesia Mendapatkan Perawatan?
Apabila jamaah mengalami gangguan kesehatan ringan, pelayanan pertama umumnya diberikan oleh tim kesehatan kloter atau petugas kesehatan Indonesia.
Namun, apabila kondisi memerlukan pemeriksaan lanjutan atau perawatan intensif, pasien akan dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi sesuai kondisi medis dan kapasitas rumah sakit yang tersedia.
Selama proses tersebut, koordinasi dilakukan antara petugas kesehatan Indonesia dengan rumah sakit tujuan agar jamaah memperoleh pelayanan yang cepat dan sesuai kebutuhan medis.
Mengapa Penting Mengetahui Rumah Sakit di Makkah?
Mengetahui lokasi rumah sakit bukan berarti mengharapkan jatuh sakit selama beribadah. Sebaliknya, informasi ini merupakan bagian dari persiapan yang baik sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Beberapa manfaat mengetahui rumah sakit di Makkah antara lain:
- Membantu jamaah mengenali fasilitas kesehatan di sekitar lokasi menginap.
- Memberikan rasa tenang bagi keluarga di Indonesia.
- Memudahkan koordinasi apabila terjadi kondisi darurat.
- Menambah wawasan mengenai sistem pelayanan kesehatan Arab Saudi selama musim haji.
Selain itu, informasi ini juga bermanfaat bagi pembimbing ibadah, petugas kesehatan, serta masyarakat umum yang ingin memahami bagaimana pelayanan kesehatan diselenggarakan di salah satu kota tersibuk di dunia saat musim haji.
Selain mengetahui lokasi rumah sakit rujukan di Makkah, jemaah juga perlu menjaga kesehatan kaki selama menjalankan ibadah. Aktivitas berjalan kaki yang padat dapat menyebabkan tumit menjadi kering dan pecah-pecah. Untuk mengatasinya, baca juga panduan kami tentang Cara Mengatasi Tumit Pecah-Pecah pada Jemaah Haji dan Umrah.Mengenal rumah sakit di Kota Makkah bukan berarti mengharapkan kondisi darurat terjadi, melainkan sebagai bagian dari persiapan ibadah yang matang. Pengetahuan ini dapat membantu jamaah, keluarga, maupun petugas haji dalam mengambil langkah yang tepat apabila diperlukan pelayanan kesehatan selama berada di Tanah Suci.
1. Al-Noor Specialist Hospital
![]() |
| Al-Noor Specialist Hospital, di Jln. Ring Road III, An-Naseem, Makkah 24242, Arab Saudi |
2. Shifa Al-Baraka Medical Center
![]() |
| Shifa Al-Baraka Medical Center, di Al-Hujun, Al-Bibyan, Makkah 24231, Arab Saudi |
3. King Abdul Aziz Hospital
![]() |
| King Abdul Aziz Hospital, di Az-Zahir, 22421, Makkah 24231, Arab Saudi |
4. Muhammad Saleh Basharahil Hospital
![]() |
| Muhammad Saleh Basharahil Hospital, di Jln. Al-Madinah Al-Munawwarah, Al-Umrah Al-Jadidah 15, Makkah 21955, Arab Saudi |
5. Ar-Rafi Hospital
![]() |
| Ar-Rafi Hospital, di Mustashfa Ar-Rafi, An-Nuzhah, Makkah 24225, Arab Saudi |
6. Security Forces Hospital
![]() |
| Security Forces Hospital, di Jln. Thaif, Al Mashair, 2514 6838, Makkah 24251 6838, Arab Saudi |
7. Maternity and Children Hospital
![]() |
| Maternity and Children Hospital, di Jln. Muzdalifah, Al-Mashair, Makkah 24246, Arab Saudi |
8. Ajyad Emergency Hospital
![]() |
| Ajyad Emergency Hospital, di Ajyad Street, Al Hajlah, Makkah 24231, Arab Saudi |
9. Heraa General Hospital
![]() |
| Heraa General Hospital, di Jln. Al-Madinah Al-Munawarah, Al-Buhayrat, Makkah 24227, Arab Saudi |
10. Alawi Tunsi Hospital
![]() |
| Alawi Tunsi Hospital, di Alawi Tunsi، Al Jamiah, Makkah 24243, Arab Saudi |
11. King Faisal Hospital
![]() |
| King Faisal Hospital, di Prince Majid Ibn Abdulaziz, Al Maabdah, Makkah 24236, Arab Saudi |
12. King Abdullah Medical City Specialist Hospital
![]() |
| King Abdullah Medical City Specialist Hospital, di Jln. Muzdalifah, Al Mashair, Makkah 24246, Arab Saudi |












Posting Komentar untuk "12 Rumah Sakit di Kota Makkah Al-Mukarramah: Panduan Mengenal Rumah Sakit Rujukan bagi Jemaah Haji dan Umrah Indonesia"
Pembaca yang budiman, silahkan dimanfaatkan kolom komentar di bawah ini sebagai sarana berbagi atau saling mengingatkan, terutama jika dalam artikel yang saya tulis terdapat hal-hal yang perlu diklarifikasi lebih lanjut. Terima kasih.