Fakta-Fakta Menarik Tentang Bandara Madinah


Bandara di Madinah Al-Munawwarah Arab Saudi memiliki nama lengkap sebagai berikut:

مطار الأمير محمد بن عبد العزيز الدولي 

Prince Mohammad bin Abdulaziz International Airport
Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz

Di Indonesia, Bandara Madinah lebih populer dengan sebutan Bandara AMAA (Amir Muhammad bin Abdul Aziz). Perluasan Bandara ini melalui rangkaian renovasi besar-besaran, diresmikan pada 2 Juli 2015 lalu. Bandara Madinah merupakan Bandara luar Amerika pertama yang mendapatkan sertifikat Golden Category LEED (Leadership in Energy and Environmental Design) untuk bangunan yang ramah lingkungan.


Tiang-tiang penopang atap bandara dibuat seolah menyerupai pohon kurma lengkap dengan pelepah dan daunnya, memancarkan estetika konstruksi yang megah sekaligus unik.
Bandara Madinah di malam hari.

Seolah tampil menyambut para tamu, sebuah Masjid Bandara yang sangat anggun berdiri kokoh dan megah di area depan Bandara, tidak "tersembunyi" di pojok belakang atau di lokasi-lokasi "sisa" sebagaimana yang seringkali dijumpai dibanyak tempat-tempat layanan publik.

Area Bandara memiliki ruang keberangkatan dengan luas keseluruhan 153 ribu meter persegi, terdapat 64 counter untuk proses boarding (dengan tambahan 16 counter lagi untuk mengakomodir proses boarding selama musim haji), memiliki 16 pintu keberangkatan yang tersambung dengan 32 jembatan langsung menuju pesawat. Bandara ini mampu melayani 160 pesawat per harinya.

Baca juga: Rencana Perjalanan Haji (RPH) Tahun 2019

View lainnya Masjid Bandara Madinah Al-Munawwarah
Bandara Madinah memiliki 10 tempat untuk proses pengangkutan barang bawaan penumpang di ruang kedatangan, ditambah 6 ruang tunggu untuk jemaah haji dengan luas mencapai 10.500 meter persegi, area parkir yang dapat menampung 1.500 mobil, serta 200 tempat parkir khusus bus, untuk kemudahan dan kenyamanan perjalanan jemaah umrah dan jemaah haji.

Semua jemaah haji Indonesia akan melewati Bandara ini, khususnya yang menggunakan maskapai penerbangan Saudia (Saudi Arabian Airlines). Kloter-kloter haji Indonesia yang tergabung dalam Gelombang I akan melewati Bandara Madinah saat masuk ke Tanah Suci dari Tanah Air, sementara kloter-kloter yang tergabung dalam Gelombang II akan melewati  bandara ini saat akan meninggalkan Tanah Suci menuju Tanah Air.


Jarak antara Bandara Madinah dengan kawasan Masjid Nabawi atau area Markaziyah hanya sekitar 14 km dengan waktu tempuh lebih kurang 15-20 menit. Nyaris tak ada kemacetan di Kota Nabi ini, termasuk perjalanan dari dan/atau menuju Bandara.

Informasi Terbaru Bandara Madinah Tahun 2026

Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz (Prince Mohammad bin Abdulaziz International Airport/MED) terus berkembang menjadi salah satu bandara tersibuk di Arab Saudi. Bandara yang menjadi gerbang utama menuju Kota Madinah ini melayani jutaan jamaah haji dan umrah dari berbagai negara setiap tahunnya.

Pada tahun 2024, Bandara Madinah mencatat pencapaian bersejarah dengan melayani lebih dari 10 juta penumpang dalam satu tahun. Angka ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah operasional bandara dan menunjukkan semakin besarnya peran Madinah sebagai salah satu destinasi utama wisata religi dunia.

Bandara ini juga berhasil masuk dalam jajaran 50 bandara terbaik dunia serta meraih penghargaan sebagai Best Regional Airport in the Middle East, sebuah pengakuan atas kualitas pelayanan, kenyamanan penumpang, dan efisiensi operasional yang terus meningkat.

Saat ini Bandara Madinah memiliki dua landasan pacu (runway), tiga terminal, serta melayani puluhan maskapai penerbangan internasional dan domestik. Bandara ini beroperasi selama 24 jam penuh dan melayani penerbangan langsung dari berbagai negara di Asia, Timur Tengah, Eropa, dan Afrika.

Bagi jamaah umrah dan haji asal Indonesia, Bandara Madinah sering menjadi titik kedatangan pertama sebelum melanjutkan perjalanan menuju hotel di sekitar Masjid Nabawi. Jarak antara bandara dan Masjid Nabawi relatif dekat, sekitar 14 hingga 20 kilometer atau sekitar 20–30 menit perjalanan menggunakan bus maupun taksi, tergantung kondisi lalu lintas.

Fasilitas di Bandara Madinah juga semakin lengkap. Jamaah dapat menemukan ruang tunggu yang nyaman, area ibadah, pusat informasi, layanan kesehatan, penukaran mata uang, ATM, restoran, kafe, toko suvenir, hingga layanan telekomunikasi untuk pembelian kartu SIM lokal Arab Saudi.

Pada musim haji dan umrah, pemerintah Arab Saudi juga menempatkan berbagai layanan pendukung bagi jamaah internasional untuk mempercepat proses imigrasi, bagasi, dan transportasi menuju Madinah maupun Makkah.

Ke depan, Bandara Madinah diproyeksikan terus berkembang seiring dengan target Arab Saudi dalam program Vision 2030 yang menargetkan peningkatan jumlah wisatawan dan jamaah dari seluruh dunia. Dengan fasilitas yang semakin modern dan pelayanan yang semakin baik, Bandara Madinah tidak hanya menjadi pintu masuk menuju Kota Nabi, tetapi juga menjadi salah satu simbol kemajuan sektor transportasi udara Arab Saudi.

Post a Comment for "Fakta-Fakta Menarik Tentang Bandara Madinah"