Bupati Karawang: Jangan Berpikir Corona Itu Panas, Batuk, Pilek, Lalu Mati

Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Kewaspadaan Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 di Aula Plaza Pemda Lantai 3, Karawang 4 Maret 2020

"Jangan berpikir kalau penyakit akibat  Corona Virus itu panas, batuk, pilek, lalu mati. Pikiran begini ini yang memancing kepanikan. Bahwa penyakit yang dikaitkan dengan virus Corona itu ada panas, batuk atau pilek pada penderitanya, iya tidak salah, tapi bukan berarti bahwa setiap ada yang menderita panas, batuk, pilek, terus langsung divonis menderita Corona. Tidak. Belum tentu. Dalam menghadapi permasalahan Corona ini, kita tidak perlu panik. Waspada, iya, memang itu harus, tapi jangan panik gitu lho"

Pernyataan di atas disampaikan oleh Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapsiagaan Kewaspadaan Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19, di Aula Plaza Pemda, Lantai 3, siang tadi (Rabu, 4 Maret 2020).

Salah satu laporan Badan Kesehatan Dunia menyebutkan, dari 82.163 yang terdiagnosa Corona, 2.800 orang diantaranya meninggal dunia. Dengan kata lain, angka kematian atau case fatality rate (CFR) ada diangka 3,4%. Jadi tidak ada alasan untuk panik dalam menghadapi permasalahan Corona ini. Waspada, memang harus.

Suasana panik, sangat tidak produktif, bahkan cenderung destruktif. Dalam suasana panik, bukan saja hoax akan tumbuh subur, tapi lebih dari itu, akan berkembang perilaku-perilaku aneh yang sangat tidak kita harapkan, seperti memborong dan/atau menimbun sembako, menjual masker dengan harga-harga yang di luar nalar sehat, dan lain sebagainya.

"Kita sangat concern terhadap permasalahan Corona ini, tapi tak perlu khawatir yang berlebihan juga. Corona itu adalah Virus, bukan Bakteri. Dalam kesiapsiagaan kita terhadap penyebarannya, salah satu hal penting yang harus dilakukan oleh semua orang adalah menerapkan pola hidup bersih dan sehat sehari-hari agar imunitas tubuh kita kuat untuk menangkal berbagai penyakit, termasuk Corona ini. Dan, satu hal lagi, jangan pernah lupa: berdoa, atau memohon kepada Yang Maha Kuasa agar terhindar dari segala marabahaya, adalah kekuatan besar yang akan membentengi kita" tegas Teh Celi, sebutan akrab Bupati Karawang.

Sebelum Bupati menyampaikan pengarahan di atas, Rakor dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang,  Drs. Acep Jamhuri, M.Si, yang ikut didampingi pula oleh Dandim 0604 Karawang, Letkol Inf. Medi Haryo Wibowo; Kapolres Karawang, AKBP. Arif Rachman; Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, dr. H. Nurdin Hidayat; dan Direktur RSUD Karawang, dr. Hj. Sri Sugihartati, MM.

Dalam Rakor yang diikuti oleh seluruh komponen terkait itu, Rakor menyepakati beberapa hal penting untuk segera direalisasikan, antara lain: revitalisasi Satgas, dengan keanggotaan yang melibatkan semua stakeholder terkait, termasuk Perusahaan, Hotel, Apartemen, Pengelola Kawasan industri, Camat, Kepala Desa, hingga RT/RW.

Selain itu, disepakati pula untuk segera membuat Group komunikasi berbasis Medsos (WA atau Telegram) sebagai wahana koordinasi sekaligus konsolidasi seluruh stakeholder terkait, agar tercipta kesatuan persepsi, kesatuan gerak dan langkah pada seluruh stakeholder dan masyarakat terkait permasalahan Corona ini.

Pihak Hotel maupun Apartemen ikut dilibatkan dalam Tim Satgas karena, dalam konteks Karawang, tamu-tamu atau pengunjung Hotel di Karawang tidak sedikit yang berasal dari luar negeri. 

Dengan Satgas yang solid, maka arus informasi, khususnya yang berkaitan dengan Corona Virus bisa terjaga validitasnya sehingga menutup rapat-rapat pintu tersebarnya hoax yang meresahkan masyarakat. 

Dalam lingkup Kabupaten Karawang, jika masyarakat ingin menanyakan atau melaporkan hal-hal yang berkaitan dengan Corona atau kecurigaan adanya Corona Virus ini, dipersilahkan menghubungi Hotline di bawah ini:
  • Dr. Hj. Yayuk Sri Rahayu, MKM (085282537355)
  • Dr. Hj. Nurmala Hasanah, MM (082125569259)
  • Saleh Budi Santoso, SKM, M.Epid (081574371120)




0 Response to "Bupati Karawang: Jangan Berpikir Corona Itu Panas, Batuk, Pilek, Lalu Mati"

Post a Comment

Pembaca yang budiman, silahkan dimanfaatkan kolom komentar di bawah ini sebagai sarana berbagi atau saling mengingatkan, terutama jika dalam artikel yang saya tulis terdapat hal-hal yang perlu diklarifikasi lebih lanjut. Terima kasih.