Meneladani Kebaikan DR. Dr. H. Adnan Ibrahim, Sp.PD, FINASIM, SH

Gambar kiri tampak dr. Adnan sedang melaksanakan shalat Dhuha di bangsal perawatan IC Covid-19 Makassar, Sulawesi Selatan. Gambar kanan mewakili aura keramahan yang senantiasa terpancar dari diri dr. Adnan semasa hidup beliau. 

Jumat 14 Agustus 2020, pukul 17:45 WIT. Aku terdiam, terpaku.

Dan tiba-tiba hati ini tersentak dalam tanya: adakah bumi sedang berhenti berputar? Adakah gravitasi bumi benar-benar lenyap ditelan masa?

Serasa tubuh ini seperti melayang-layang. Dari handphone-ku saat itu kulihat notifikasi pesan masuk yang beruntun nyaris tanpa jeda sedetikpun. Ruang Chat WA Group Angkatan 91 Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta kulihat penuh dengan emoticon air mata yang meleleh. Ruang Chat itu tampak bagaikan lautan air mata yang terus mengalir dengan iringan ungkapan belasungkawa dan doa yang tiada henti dari tiap anggota Group.

Dan semua ungkapan itu seluruhnya satu hati: mengantar kepergian sahabat terbaik kami DR. Dr. H. Adnan Ibrahim, Sp.PD, FINASIM, SH

Jumat 14 Agustus 2020, pukul 17:45 WIT. Aku terdiam, terpaku.

Allah memanggil sahabat kami tercinta di hari yang terbaik, di hari yang merupakan penghulu segala hari. Hari Jumat.

Di bulan Agustus, pada jam yang mewakili simbol numerik kemerdekaan 17-45. 

Dengan kepergian itu, Bang Adnan telah merdeka dari segala kefanaan dunia. Bang Adnan telah merdeka dari segala tipu daya alam maya.

Bang Adnan sedang mengawali perjalanan kehidupan barunya dengan bekal kebaikan yang melimpah; dengan bekal kesolehan yang diakui semua orang yang mengenal beliau, dan bahkan dengan bekal jariyah amal yang telah ia taburkan yang pahalanya tak akan pernah putus mengalir.

Testimoni dari seorang alim yang saya kenal secara virtual, Ustadz Muhammad Ihsan Zainuddin, mempertegas bukti-bukti kesolehan Bang Adnan.

Ustadz Muhammad Ihsan Zainuddin, pria kelahiran Kendari, 9 Agustus 1975, Alumni Fakultas Syariah Universitas Islam Madinah, Arab Saudi yang saat ini aktif sebagai Dosen di Sekolah Tinggi Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar untuk mata kuliah Tafsir, Fiqih, Ushul fiqih, Qawa’id Fiqhiyyah dan Nahwu. Berikut testimoni Ustadz Ihsan tentang pribadi Bang Adnan:

dr.  Adnan Ibrahim Rahimahullah... 

Catatan kecil oleh Ustadz Muhammad Ihsan Zainuddin

TUAN ORANG SHALEH...

Sekarang, saat Tuan tlah tiada,
barulah aku katakan itu:
"Tuan, seorang shaleh..."

Aku tak katakan itu
saat Tuan masih hidup,
karena pujian sedemikian itu
hanya akan menjadi fitnah di hati.

Tapi kini, kukatakan lagi:
"Tuan, seorang shaleh..."
Aku doakan Tuan meraih syahid,
di hari yang mulia ini.

Aku doakan:
semoga Allah hapuskan segenap dosamu,
semoga Allah cahayakan alam kuburmu,
semoga Allah sabarkan keluargamu,
semoga Allah pertemukan kita kembali di dalam Jannah;
karena aku belum lagi puas 
bercakap panjang tentang banyak soal
denganmu, Tuan hamba yang shaleh...

*** 

Saya mengenal beliau untuk pertama kalinya, saat mengantarkan putra tertua kami sebagai salah satu siswa angkatan 1 SD Nurul Fikri di Makassar. Sosoknya penuh pesona keshalehan...

Setelah putra kami tamat, saya kemudian mendapat kabar beliau mendirikan SDIT al-Fatih. Dan kami masih biasa berjumpa saat Jum'atan di mesjid dekat rumah kami, yang kebetulan berdekatan dengan tempat tugas beliau sebagai seorang dokter; Balai Pengobatan Paru Makassar.

Dan hari ini, kami dikejutkan oleh kabar duka ini, ketika ibu kami -yang pernah menjadi pasiennya- mengabarkan: dokter yang shaleh ini telah pergi.

Saya hanya bisa terhenyak. Saya sungguh iri setiap kali mendengar seorang hamba Allah yang berangkat pergi meninggalkan dunia ini dalam keadaan terbaiknya...

Saya hanya bisa terhenyak, karena tidak pernah tahu: apakah akan terpilih mendapatkan karunia indah seperti itu? Mengingat dosa yang begitu tak terkira. Mengenang salah yang tak terhitung.

Ah...
Semoga Allah masih mengucurkan kasihnya untuk kita semua. Sehingga dalam keshalehan terbaiklah, kita pergi beranjak dari dunia yang penuh tipu-daya ini...

Dokter Adnan...
Semoga Allah mengampuni dosa-dosa Tuan...

Akhukum,
Muhammad Ihsan Zainuddin

***

Saya sendiri, sebagai sahabat seangkatan Bang Adnan di Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta, memiliki kesan yang istimewa terhadap figur beliau. 

Di mata saya, Bang Adnan adalah salah satu orang Makassar yang memiliki budi pekerti sehalus orang Jogja. Tak pernah sekalipun saya berpapasan dengan beliau tanpa senyumnya yang natural. Pernah suatu ketika di Taman Madika FK-UGM saya berkata kepadanya, "Dari sedekah senyumnya saja, Bang Adnan ini sudah memiliki stok pahala yang sangat melimpah. Belum lagi dari jalur kebaikan lainnya yang sangat banyak"

Mendengar ungkapan itu, Bang Adnan menepuk-nepuk bahu saya kala itu sambil berkata, "kita saling mendoakan saja ya, semoga kita bisa istiqomah di jalan kebaikan/kebenaran"

Masya Allah. Sebuah keindahan kepribadian yang benar-benar mempesona.

Bang Adnan, aku yakin, engkau syahid di jalan Allah. Dan dengan keyakinan itu pula aku mengutip  2 ayat berikut ini:

وَلَا تَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ قُتِلُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أَمْوَٰتًۢا ۚ بَلْ أَحْيَآءٌ عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ 

Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.(QS. Al-Baqarah: 154)

 وَلَا تَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ قُتِلُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أَمْوَٰتًۢا ۚ بَلْ أَحْيَآءٌ عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ 

Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki. (QS. Ali Imran: 169)

Bang Adnan, selamat menikmati segala keindahan kasih sayang Allah yang dirindukan para mujahid. Allahummaghfirlahu warhamhu waafihi wa'fuanhu.

Catatan khusus:
Izinkan saya menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh sahabat seangkatan di Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta, teristimewa kepada Bang Ade (dr. Ade Hashman, Sp. An) yang telah menjadi penghubung komunikasi antara keluarga Bang Adnan dengan sejawat semua sehingga bisa ikut memantau dan mendoakan Bang Adnan selama menjalani perawatan di ICU RS Dr. Wahidin, Makassar. Bang Ade adalah sahabat terbaik pula yang telah melahirkan banyak buku bergizi; buku-buku yang menghidangkan saripati berharga untuk kehidupan yang lebih bermakna. Baarakallahu yaa Akhii. (La Ode Ahmad)

1 Response to "Meneladani Kebaikan DR. Dr. H. Adnan Ibrahim, Sp.PD, FINASIM, SH"

  1. Sampai hari ini pun saya masih selalu tergetar mengenang cara pamit beliau rahimahullah. Semoga segala kebaikan beliau menjadi penguat bagi keluarga yang di tinggalkan. Segala kebaikan beliau menjadi cantoh yang baik bagi kita semua

    ReplyDelete

Pembaca yang budiman, silahkan dimanfaatkan kolom komentar di bawah ini sebagai sarana berbagi atau saling mengingatkan, terutama jika dalam artikel yang saya tulis terdapat hal-hal yang perlu diklarifikasi lebih lanjut. Terima kasih.