Testimoni Saya Seputar Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama dan Kedua

Saat menjalani vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Aula Lantai 2 Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, Rabu 17 Pebruari 2021 (Terima kasih fotonya dr. Hj. Konni Kurniasih dan Mas Irvan. Terima kasih juga dr. Hj. Hidayati dan dr. Saut Sianturi atas kebersamaannya)

Terus terang, pada awalnya tidak mudah untuk menyatakan diri siap menjalani vaksinasi Covid-19 untuk pertama kalinya. Bukan karena takut jarum suntik. Bukan, bukan itu. karena sepertinya sampai kiamatpun saya tidak akan pernah takut jarum suntik. Tapi, ada sejumput keraguan yang menggelayut dalam pikiran karena jauh sebelum vaksinasi Covid-19 dilaksanakan, berbagai macam pemberitaan negatif tentang vaksin Covid-19 bertebaran di medsos.

Di tengah gempuran "kampanye hitam" tentang vaksin Covid-19 kala itu, pemerintah menegaskan bahwa komunitas tenaga kesehatan adalah yang paling diprioritaskan untuk mendapatkan suntikan awal vaksin Covid-19. Dan itu wajib hukumnya.

Hati siapa yang tak akan gamang menghadapi tantangan tersebut, sementara waktu itu publik masih bertanya-tanya tentang bagaimana sesungguhnya sisi keamanan vaksin Covid-19 menurut Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan), dan seperti apa sejatinya status kehalalannya menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Waktu terus bergulir, hingga akhirnya sampailah saya pada satu titik keyakinan atau kesiapan fisik, mental dan hati untuk menjalani vaksinasi Covid-19. Dan, titik keyakinan itu terbangun setelah dua lembaga di atas (BPOM dan MUI) menyatakan secara resmi sisi keamanan dan sekaligus sisi kehalalan vaksin Covid-19.

Maka, ketika diumumkan jadwal vaksinasi Covid-19 dosis pertama bagi seluruh nakes (tenaga kesehatan) di Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang akan dilaksanakan seminggu lagi waktu itu, saya menghadapinya tanpa ada rasa was-was mengganggu. Dan untuk lebih mengikat keyakinan ini, setiap saat hampir selalu saya mendawamkan salah satu dzikir berikut ini:

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan di langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Berbekal keyakinan tersebut, Alhamdulillah saya menjalani vaksinasi Covid-19 dosis pertama pada hari Rabu 3 Pebruari 2021 dengan aman dan bahkan nyaman, dengan bukti sertifikat vaksinasi seperti di bawah ini:
Sertifikat Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama.


Dan hari ini, Rabu 17 Pebruari 2021 Alhamdulillah telah mendapatka dosis kedua dengan sertifikat seperti berikut ini:
Sertifikat Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua.


Dengan tetap mendawamkan dzikir-dzikir perlindungan dan keselamatan, berharap vaksinasi Covid-19 ini menjadi bagian penting dari mata rantai ikhtiar-ikhtiar terbaik kita dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini agar cepat berakhir.

Apa yang saya sampaikan di atas, sebenarnya intinya adalah pesan pokok ini: jangan pernah ragu untuk mengikuti vaksinasi Covid-19, siapapun Anda, selama patuh pada ketentuan-ketentuan yang telah digariskan, insya Allah aman, nyaman, dan yang terpenting juga adalah halal.

Biarkan semua kampanye hitam tentang vaksin Covid-19 memasuki masa-masa kehilangan legitimasi dengan sendirinya. Tetaplah pada satu keyakinan, bahwa Covid-19 ini benar adanya, bukan sebuah tipu-tipu, dan tetap pelihara keyakinan tersebut untuk mengarahkan rasionalitas kita agar tetap ada dalam bingkai kesungguhan ikhtiar dan tawakkal kepada Allah SWT. 

فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَوَكِّلِينَ

Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya (QS. Ali Imran: 159).

0 Response to "Testimoni Saya Seputar Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama dan Kedua"

Post a Comment

Pembaca yang budiman, silahkan dimanfaatkan kolom komentar di bawah ini sebagai sarana berbagi atau saling mengingatkan, terutama jika dalam artikel yang saya tulis terdapat hal-hal yang perlu diklarifikasi lebih lanjut. Terima kasih.