Kematian Itu



Kematian adalah nasehat terbaik bagi kehidupan. Memperbanyak mengingat kematian, dan bergegas menyiapkan perbekalan terbaik untuk menghadapinya adalah puncak kecerdasan.

Rabī` Ibn Abī Rāsyid berkata, “Sekiranya kalbuku terpisah sesaat saja dari mengingat kematian, maka aku benar-benar khawatir kalbuku menjadi rusak.”

Suatu ketika Khalīfah Utsmān bin Affān radhiyallahu anhu berdiri di dekat kuburan sambil menangis hingga basah jenggot beliau. Yang menyaksikannya bertanya, “Surga dan Neraka disebutkan, Engkau tidak menangis, mengapa Engkau menangis karena kuburan ini?”

Utsmān menjawab, “Sesungguhnya Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:

 إِنَّ الْقَبْرَ أَوَّلُ مَنَازِلِ الْآخِرَةِ فَإِنْ نَجَا مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَيْسَرُ مِنْهُ وَإِنْ لَمْ يَنْجُ مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَشَدُّ مِنْهُ 

 Sungguh, kubur merupakan tempat pertama dari akhirat. Jika seseorang selamat darinya, maka yang berikutnya akan lebih mudah. Namun, jika ia tidak selamat, maka yang berikutnya akan lebih keras lagi.

Senandung tentang kematian dari para pemburu taubat:

Duhai kematian. Seringkali kami menganggapmu berada pada posisi yang sangat jauh dari diri kami, padahal engkau begitu dekatnya. Tempo berlalu bagaikan kedipan mata. Masa kecil dan remaja kami yang bertahun-tahun itu sebenarnya bagai hari kemarin saja; tanpa terasa kami telah berada di hari ini. Engkau (kematian) tiba-tiba datang menjemput untuk mengarungi sebuah perjalanan yang sangat penjang dan berat, sementara banyak diantara kami belum memiliki bekal untuk itu, baik karena kesengajaan maupun karena kelalaian. Di Surga kami tak pantas; di Neraka kami tak kuat. Umur kami berkurang setiap saat, tetapi dosa kami bertambah setiap waktu.

Allah SWT mengingatkan:

 وَما الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ 

Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya. (QS. Āli `Īmrān: 185)

Subhanallah. Saya mengutip saripati nasehat dari Ulama Salaf yang mengatakan bahwa:

 كَفَى بِالْمَوْتِ وَاعِظًا 

 Cukuplah kematian sebagai pemberi nasehat.

Subhanallah... Maka jangan pernah risau akan kematian; tetapi risaulah jika belum menyiapkan perbekalan terbaik untuk menghadapinya. Anywhere; anytime (Dimanapun; kapanpun). Wallahua’lam.
 
La Ode Ahmad
La Ode Ahmad Assalamu'alaikum. Selamat datang di profil saya. Perkenalkan, saya La Ode Ahmad, seorang dokter, penulis, dan aparatur sipil negara yang saat ini mengemban amanah sebagai Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang. Melalui blog ini, saya berbagi berbagai tulisan mengenai kesehatan, haji dan umrah, kebijakan kesehatan, perjalanan, serta refleksi kehidupan yang saya harapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Saya meyakini bahwa ilmu akan semakin bernilai ketika dibagikan, dan pengalaman akan semakin bermakna ketika dapat menjadi pelajaran bagi orang lain. Terima kasih telah berkunjung. Semoga setiap artikel yang Anda baca dapat menambah wawasan, menginspirasi, dan menjadi amal jariyah yang bermanfaat bagi kita semua. Salam hangat, La Ode Ahmad. Baarokallahu fiikum.

Posting Komentar untuk "Kematian Itu"