7 Orang Tenaga Kesehatan dari Karawang Terpilih Menjadi Petugas Kesehatan Haji Indonesia Tahun 2019



Setelah melewati beberapa tahapan proses seleksi yang cukup ketat, yang diselenggarakan oleh Pusat Kesehatan Haji, Kementerian Kesehatan RI, akhirnya terpilih dan ditetapkan 7 (tujuh) orang tenaga kesehatan dari Kabupaten Karawang menjadi Petugas Kesehatan Haji Indonesia (PKHI) Tahun 1440 H / 2019 M. Masing-masing dari tujuh PKHI tersebut akan menyertai jemaah di setiap kloter dengan komposisi 1 (satu) orang dokter dan 2 (dua) orang perawat pada setiap Kloter.


Dengan komposisi seperti di atas, yakni 1 dokter dan 2 perawat dalam setiap kloter, atau dengan kata lain 3 orang tenaga kesehatan dalam setiap Kloter, maka dari jumlah jemaah calon haji Kabupaten Karawang tahun 2019 ini, yang terbagi dalam 6 Kloter , dibutuhkan petugas kesehatan sebanyak 18 orang, meliputi 6 dokter, dan 12 perawat.
Mengingat PKHI dari Kabupaten Karawang berjumlah 7 orang, maka harus ada 11 (sebelas) orang lagi PKHI dari Kabupaten/Kota di luar Karawang yang akan mengisi kebutuhan tenaga kesehatan untuk menyertai jemaah haji Kabupaten Karawang tahun ini. Hingga artikel ini diterbitkan, Kamis 20 Juni 2019, belum ada informasi resmi mengenai siapa saja dan dari Kabupaten/Kota mana saja kebutuhan tambahan 11 orang PKHI dimaksud.


Khusus untuk 7 orang PKHI dari Kabupaten Karawang, nama dan asal instansi tiap petugas telah diperkenalkan dalam pertemuan Silaturahim dan Halal Bihalal Keluarga Besar Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, yang berlangsung di Aula III Dinas Kesehatan Karawang, Rabu 19 Juni 2019. Ketujuh PKHI dimaksud adalah sebagai berikut:
  1. dr. Hidayati Zulaidi Ruslan, Dokter di Puskesmas Adiarsa, Karawang
  2. dr. Irvan Firmansyah, Dokter di Puskesmas Kertamukti, Karawang
  3. dr. Santo Ismanto, Dokter di Rumah Sakit Islam, Karawang
  4. dr. Abdul Haris Murtja, Dokter di Rumah Sakit Amanda, Karawang
  5. Ade Khaerudin, Perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang
  6. Giar Sugiarti, Perawat di Dinas Kesehatan Karawang
  7. Popy Rosmayati, Perawat di RSUD Karawang 


Pembagian Kloter untuk ketujuh PKHI di atas hingga saat ini (20/06/2019) belum diumumkan. Oleh karena itu, siapa bertugas di kloter mana, atau satu tim kerja dengan siapa, hingga saat ini belum diketahui oleh masing-masing PKHI, sementara komposisi jemaah haji dalam setiap Kloter sudah ditentukan.

Meskipun hal ini buka sebuah kekurangan besar, namun pada tahun-tahun mendatang diharapkan pembagian kloter untuk para PKHI yang menyertai jemaah sudah bisa diumumkan atau ditetapkan sedini mungkin, bersamaan dengan penetapan kloter bagi setiap jemaah, agar tersedia cukup waktu bagi para petugas untuk membangun komunikasi yang intensif dengan para jemaah masing-masing.

0 Response to "7 Orang Tenaga Kesehatan dari Karawang Terpilih Menjadi Petugas Kesehatan Haji Indonesia Tahun 2019"

Post a Comment

Pembaca yang budiman, silahkan dimanfaatkan kolom komentar di bawah ini sebagai sarana berbagi atau saling mengingatkan, terutama jika dalam artikel yang saya tulis terdapat hal-hal yang perlu diklarifikasi lebih lanjut. Terima kasih.