Intisari Kultum Taraweh Malam ke-22 Ramadhan 1439 H

Taraweh malam ke-22, alias 22 Ramadhan 1439 H tadi malam, kondisi jemaah di Masjid Aliyah, Jln. Interchange Karawang Barat masih tetap membludak. Dalam kesempatan tersebut, Kultum Taraweh disampaikan oleh Ustadz Imanuddin Kamil, Lc. Di penghujung ceramah singkat tapi padat itu, Ustadz Alumni LIPIA tersebut mengutip dua Hadits yang membuat mata saya basah, membayangkan tumpukan dosa atau kekurangan diri masih begitu banyak. Inilah kedua Hadits itu, yang saya catat sebagai intisari Kultum Taraweh tadi malam.

 أَتَدْرُونَ مَنِ الْمُفْلِسُ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ 


“Apakah kalian tahu siapakah orang yang dikatakan bangkrut itu?” Para sahabat menjawab, ”Orang yang dikatakan bangkrut itu adalah yang tidak mempunyai dirham maupun harta benda.” Tetapi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Orang yang dikatakan bangkrut dari umatku ialah, orang yang datang pada hari Kiamat membawa (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun (ketika di dunia) dia gemar mencaci dan menganiaya orang lain, makan harta secara bathil, menumpahkan darah dan menyakiti orang lain. Maka orang-orang yang tersakiti itu akan diberi pahala dari kebaikan-kebaikan dia. Jika telah habis kebaikan-kebaikannya, maka dosa-dosa mereka yang teraniaya itu akan ditimpakan kepadanya, kemudian setelah itu dia dilemparkan ke dalam neraka” (HR. Muslim No. 2581, At-Tirmizi No. 2418 dan Ahmad (2/303, 334, 371), dari Abu Hurairah)

Area Payung Masjid Aliyah, Jln. Interchange Karawang Barat (Dok. Pribadi)
Hadits kedua, atau lebih tepatnya terjemahan Hadits kedua adalah sebagai berikut:

Rasulullah SAW pernah bertanya kepada para sahabat:

“Tahukah kalian siapakah yang dikatakan mandul?”

Para sahabat menjawab:

“Orang yang dikatakan mandul ialah orang yang tidak mempunyai anak”.

Rasulullah SAW bersabda: "Orang yang dikatakan mandul ialah orang yang mempunyai banyak anak, tetapi anak-anaknya tidak memberi manfaat kepadanya sesudah ia meninggal dunia” (HR. Ahmad)


Arti dari kata bangkrut, maupun kata mandul yang disampaikan oleh para Sahabat bukan berarti salah. Apa yang ditegaskan oleh Rasulullah SAW atas makna kedua kata itu lebih merupakan penekanan pada esensi-esensi maknawiah secara hakikat agar segala sesuatu, tak terkecuali arti kata-kata memiliki nilai-nilai transformatif transendental dalam pembentukan kepribadian secara utuh. Wallahua'lam. Semoga bermanfaat sebagai pengingat. Aamiin. (La Ode Ahmad)
La Ode Ahmad
La Ode Ahmad Assalamu'alaikum. Selamat datang di profil saya. Perkenalkan, saya La Ode Ahmad, seorang dokter, penulis, dan aparatur sipil negara yang saat ini mengemban amanah sebagai Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang. Melalui blog ini, saya berbagi berbagai tulisan mengenai kesehatan, haji dan umrah, kebijakan kesehatan, perjalanan, serta refleksi kehidupan yang saya harapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Saya meyakini bahwa ilmu akan semakin bernilai ketika dibagikan, dan pengalaman akan semakin bermakna ketika dapat menjadi pelajaran bagi orang lain. Terima kasih telah berkunjung. Semoga setiap artikel yang Anda baca dapat menambah wawasan, menginspirasi, dan menjadi amal jariyah yang bermanfaat bagi kita semua. Salam hangat, La Ode Ahmad. Baarokallahu fiikum.

3 komentar untuk "Intisari Kultum Taraweh Malam ke-22 Ramadhan 1439 H"

  1. Syukran pa dokter Laode... Merasa diingatkan... Tidak terasa 2 tahun yang lalu.

    Semoga Ramadhan tahun ini sekalipun kita dengan segala kondisi keterbatasannya... Tidak menghalangi untuk mendapatkan keberkahan dan ampunan Allah Swt. Semoga sehat selalu bersama keluarga. Amien.

    BalasHapus
  2. Syukran pak dokter Laode, merasa diingatkan kembali. Malam ini dua tahun yang lalu, tidak terasa.

    Semoga Ramadhan tahun ini, sekalipun kita dalam kondisi keterbatasan, tidak menghalangi kita untuk menggapai keberkahan dan maghfirah Allah Swt. Amin.

    Semoga sehat selalu bersama keluarga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 pak. Sebatas saling mengingatkan, terutama utk diri saya yg masih byk kekurangan agar mjd bagian dari semangat ikhtiar saya utk mjd lebih baik. Aamiin Yaa rabbal'alamin ...

      Hapus

Pembaca yang budiman, silahkan dimanfaatkan kolom komentar di bawah ini sebagai sarana berbagi atau saling mengingatkan, terutama jika dalam artikel yang saya tulis terdapat hal-hal yang perlu diklarifikasi lebih lanjut. Terima kasih.