Gus Baha Patahkan Logika Rapuh Seorang Ateis

K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha)
Para penganut paham Ateis seringkali mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis tentang Agama, Tuhan dan/atau para Nabi dan Rasul. Bagi para Ateis, kebenaran hanya diukur dari sisi logika mereka semata. Tidak ada ruang kebenaran dari sisi iman, karena memang keimanan tercerabut dari qolbu mereka.
Suatu ketika seorang Ateis melontarkan pertanyaan kepada Gus Baha, sebagaimana tercermin dalam dialog singkat di bawah ini.

"Mengapa dalam perang, Nabi (Muhammad SAW) itu seakan-akan sebagai perampok; hartanya orang kafir disita kemudian menjadi ghanimah (harta  rampasan perang). Itu kan seperti merampok?", tanya seorang Ateis kepada Gus Baha.

"Sekarang saya tanya, kalau ada penjahat ke rumah kamu, dia pakai senjata api, kemudian setelah kamu ringkus, itu senjata api kamu kembalikan atau kamu sita?", tanya balik Gus Baha merespon pertanyaan Ateis di atas.

"Oya saya sitalah. Kalau saya kembalikan, akan dipakai merampok lagi", jawab si Ateis

"Ya sama seperti itu. Kalau kekuatan mereka dikembalikan, akan dipakai lagi sebagai bekal kekuatan mereka untuk menyerang", tandas Gus Baha.
*****

Dialog singkat di atas memperlihatkan betapa rapuhnya logika-logika yang tidak bersandar pada keimanan yang teguh. Sebaliknya, betapa kokohnya argumen-argumen yang memantul dari hati yang bermandikan cahaya keimanan yang kuat.

Sampai kapanpun, logika para Ateis tidak akan pernah mampu memadamkan cahaya kebenaran sejati yang terpancar dari keimanan yang benar terhadap agama dan kehidupan.

Islam tidak mengesampingkan logika, tidak menafikannya, karena ia menjadi bagian dari anugerah berharga pemberian Sang Pencipta: Allah SWT.

Islam menempatkan logika di posisi yang tepat, proporsional, di bawah naungan kekuatan keimanan yang teguh, agar kemudian logika tidak bergerak liar melampaui batas-batas kesanggupannya. 

Dengan tuntunan iman, logika akan berjalan aman menyusuri jalur keselamatan hidup. Dunia sekaligus Akhirat. Ateis, mati kutulah kau !!!
* Bumi Telukjambe, 2 April 2022. Marhaban Ya Ramadhan. Mohon maaf lahir batin kepada seluruh sahabatku di manapun berada.

Post a Comment for "Gus Baha Patahkan Logika Rapuh Seorang Ateis"